Wednesday, April 8, 2015

DVSOS 2015 'Bring The Light for the Blind'

Minggu tanggal 5 April 2014 kemarin, saya mengikuti kegiatan sosial yang diadakan oleh KMBD untuk pengetikan ulang buku bacaan untuk tunanetra di Tzu Chi Center yang berlokasi di Pantai Indah Kapuk (Cari aja tempat paling gede warna abu-abu paling tengah dan mungkin jadi pusat perhatian). Ternyata, tulisan yang kita ketik, nantinya akan di print dan dicetak secara khusus menggunakan satu huruf yang bernama huruf BRAILLE.
Bagian dalem


Sebelum saya masuk, saya harus melakukan registrasi terlebih dahulu. Berhubung mungkin saya ga bawa stopkontak, tangan saya dicap kali ya hahaha

Stamp stamp


Alasan saya mengikuti kegiatan ini, pertama jujur baru pertama kali ini saya menyumbangkan sedikit tenaga saya untuk orang-orang yang lebih membutuhkan. Menurut saya, meskipun mereka buta dan tidak bisa melihat dunia, setidaknya ada pengetahuan yang mereka simpan lewat buku bacaan dengan menggunakan huruf Braille tersebut. Kedua, saya juga ingin berpartisipasi paling tidaknya dalam 5 macam kegiatan sosial sampai saya lulus dari Binus nanti di Tahun 2017 (Amin!). Ketiga, ya karena saya juga belum pernah masuk ke dalam gedung Tzu Chi tersebut. Tersimpan sedikit rasa ingin tahu tentang bagaimana bentuk bagian dalam gedung fenomenal tersebut yang konon katanya menghabiskan dana yang cukup besar.
Suasana Pengetikan ulang

Pembelajaran yang saya petik dari kegiatan ini adalah saya lebih tahu dan lebih peduli dengan sesama saya, terutama 'kaum-kaum' yang tidak bisa melihat. Saya setidaknya lebih memiliki rasa syukur karena saya terlahir normal dalam arti tidak kekurangan sedikitpun. Terlebih saya tetap bisa melihat isi dunia dengan kedua mata saya.

Yang ingin saya bicarakan untuk teman-teman tunanetra jika saya dapat bertemu mereka langsung, saya ingin memberitahu mereka untuk tidak minder dan tetap percaya diri dengan kekurangan yang mereka miliki. Mungkin mereka memang tidak dapat melihat layaknya manusia pada umumnya, tetapi setidaknya mereka memiliki beberapa bakat yang manusia normal belum tentu bisa lakukan. Misalnya bermain biola. Siapa sangka mereka yang buta dapat memainkan biola tanpa dapat membaca not-not lagu. Menurut saya sih itu sudah termasuk hebat dan memiliki kelebihan tersendiri.

Buktinya saja, waktu saya berada di acara tersebut, ada teman teman kita yang tidak dapat melihat itu bisa menyanyi dengan suara yang merdu. Bisa menari, Bermain piano, even bermain biola sekalipun. Salut!
Ga kelihatan soalnya duduk di row x :")

Last But not least, ini buku yang diketik :)
Tri Musketri page 132-147


No comments:

Post a Comment